Empirisme berasal dari kata empiri
yang berarti pengalaman. Aliran empirisme atau environmental menyatakan bahwa
perkembangan seorang individu akan ditentukan oleh pengalaman - pengalaman yang
diperolehnya selama perkembangan individu tersebut. Pendidikan pun termasuk
pada pengertian pengalaman seorang individu.
Menurut teori ini, seseorang
dilahirkan bagaikan kertas putih bersih atau meja berlapis lilin yang belum ada
tulisannya. Pengalaman sebagai tulisan atau corak yang mengisi kertas putih
tersebut. Teori ini dikemukakan oleh John Locke ( 1632 - 1704 M ) yang dikenal
dengan teori tabula rasa. Adapun tokoh lain, yaitu J. Herbart ( 1776 - 1941 M )
yang mengemukakan bahwa manusia ketika lahir bagaikan sebuah bejana kosong.
Pengalaman yang dialami anak akan menjadi isi dari bejana tersebut.
Adapun tokoh lain yang mempunyai
pandangan hampir sama dengan John Locke, yaitu :
a. Helvatus ( ahli filsafat Yunani)
yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan dengan jiwa dan watak yang hampir
sama, yaitu suci dan bersih. Pendidikan dan lingkungan yang membuat manusia
berbeda.
b. Claude Andrien Helvetus ( Jerman,
1715 – 1771 ) yang berpendapat bahwa lingkungan dan pendidikan dapat membentuk
ke arah mana saja yang dikehendaki pendidik. Jadi, berdasarkan teori - teori
tersebut keturunan atau pembawaan tidak mempunyai peranan dalam perkembangan
individu. Pendidikan sebagai bagian dari pengalaman mempunyai peranan yang
penting, karena akan menentukan keadaan individu mada masa yang akan datang.
Oleh karena itu, menurut teori ini pendidikan merupakan usaha yang cukup mampu
untuk mengisi dan membentuk pribadi seseorang ke arah pola yang diinginkan dan
diharapkan lingkungan masyarakatnya. Kepribadian terbentuk atas dasar pengaruh
lingkungan pendidikan yang didapatnya.





0 komentar:
Posting Komentar